makalah kewirausahaan

bab I pendahuluan

  1. A.    Latar Belakang

Manusia yang hidup sudah menjadi semacam suatu kewajiban untuk bertahan hidup ditengah-tengah masyarakat. Untuk bertahan hidup manusia perlu berinteraksi dengan sesama manusia lain, terutama dalam menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

Dewasa ini lahan pekerjaan semakin bertambah, tetapi dengan banyaknya jumlah penduduk, peluang untuk mendapatkan pekerjaan jadi semakin kecil. Untuk itu, ada baiknya, setiap manusia mampu berdiri sendiri dengan usahanya dalam bertahan hidup.

Usaha dalam bertahan hidup itu diantaranya dengan membuka sendiri lahan usaha baru untuk kita tekuni. Dengan mempertimbangkan segala sesuatunya, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang, yang tidak hanya diciptakan oleh kita, tetapi untuk mempermudah juga dilihat dari aspek lingkungan.

Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan – penemuan seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utamanya adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreatifitas. Sedangkan keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Sampai pada masa sekarang inipun, kewirausaan masih terus melekat dan berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, dalam rangka ,menghadapi perdagangan bebas, kita dituntut bukan hanya untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap bekerja,melainkan harus mampu mempersiapkan dan membuka lapangan kerja baru. Membuka dan memperluas lapangan kerja baru merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kebijaksanaan pemerintahyang mendukung adanya pendidikan kewirausahaan yang dapat membantu mengatasi masalah penciptaan lapangan kerja baru.

Pembangunan Indonesia akan lebih mantap bila ditunjang oleh adanya para wirausahawan yang ulet dan tangguh, dan karena juga kemampuan pemerintah sangat terbatas dalam penyediaan lapangan kerja baru. Pemerintah untuk sementara waktu belum mampu menggarap semua aspek pembangunan, karena membutuhkan biaya anggaran yang cukup besar, personalianya, sarana psarananya, dan pengawasannya. Jadi, para wirausahawan merupakan potensi penunjang pembangunan, baik untuk bangsa maupun Negara.

Pada dasarnya, dalam pembangunan sekarang ini, semua warga Negara Indonesia dituntut memiliki jiwa dan semangat kewirausahaan.

B. Strategi pengolahan

Strategi pengolahan dalam makalah ini adalah dengan menggunakan bahan baku singkong atau ubi kayu dan bahan penunjang lainnya untuk diolah menjadi “keripik singkong”. Ini di lakukan dengan melakukan penelitian di induatri rumah tangga (IRT)”DARA KEMBAR” yang terletak di desa Bagik Papan kecamatan Pringgabaya, LOTIM.

 

Profil perusahaan IRT DARA KEMBAR

I. BIODATA PEMILIK

1. Nama Lengkap (sesuai KTP) : Amaq Urip Sudiarsih
2. Tempat dan Tanggal Lahir :Bagik Papan, 1975
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Status Perkawinan : Nikah
5. Kebangsaan : Indonesia
6. Alamat : Jln. Labuan Lombok nomor 23
7. Nomor Telpon : (0370) 849 71 xxxx.

II. DATA PERUSAHAAN

1.Nama Perusahaan : ANEKA RASA “ Dara Kembar “
2. Izin Usaha ; 510 / 776 – INDAGPAR / PK / V / 2004
3. Jenis Usaha : Perdagangan Barang Dan Jasa
4. Jenis Usaha : Keripik Singkong
5. Alamat Perusahaan : Jln. Labuan Lombok nomor 23
6. Nomor Telepon : (0370) 849 95 xxxx
7. NPWP. : 14 . 365 . 419 . 2 – 432 . 000
8. Dinas Kesehatan (Dep.Kes) : P-IRT No. 076/32.75.04
9. Domisili : 503 / 979 / Trantib / X / 2007
10. Halal : MUI – JB 01101009110905
11. Hak Paten Merk : Dalam Proses
12. No. Rekening : – –

Sejarah singkat

Pada tahun 1994 Saya lulus sekolah SMKN di Pringgabaya. Kemudian berniat untuk kerja merantau ke Bali. Tepatnnya di Denpasar, Yaitu Perusahaan Keripik Singkong SARI RASA Dua Kelinci Sebagai tenaga Administrasi, Yang kebetulan Perusahaan tersebut milik Bp. Zainal Arifin, Saudara sepupu saya.

Pada tahun 1996 saya menikah. Setelah menikah, merasa kebutuhan semakin banyak, Kemudian saya mencoba untuk mencari sampingan dengan menjadi marketing sambilan dikala hari libur. Hari berlalu dan saya makin banyak mempunyai pelanggan yang tersebar di Denpasar. Dan akhirnya kami putuskan untuk keluar dari Administrator untuk fokus pada Marketing. Setelah kami mempunyai anak pertama,kebutuhan semakin banyak dan untuk mencari kesibukan istri di rumah, pada tahun 2000 kami membuka warung kelontong kecil-2 an. Kemudian tahun 2002 kami menambah barang dagangan yaitu dengan menambah agen untuk minuman ringan seperti Gas Elpiji Teh Botol,Coca Cola dll. Setelah anak kedua lahir, kebutuhan kami meningkat pula, kami terinspirasi untuk membuka peruhaan kecil-kecilan. Dan pada tahun 2003 impian itu terwujud dengan mempati sebidang tanah berawal hanya dengan membeli beberapa item makanan ringan kemudian kami bungkus kembali dengan merek kami sendiri yang telah kami design sendiri dengan merk DARA KEMBAR. Kemudian barang tersebut kami jual kembali..

Tahun 2004 produk kami mencapai kurang lebih sampai 25 jenis makanan yang kami bungkus. Dan disitu ada beberapa produk makanan yang kami unggulkan karena dipasaran lakunya lebih banyak 1 : 10. Diantaranya adalah keripik singkong. Kemudian kami putuskan untuk memproduksi sendiri keripik singkong tersebut. Tentunya dengan persetujuan Om dan Bapak Kami yang memproduksi keripik singkong yang sama. Dan atas dukungan mereka itu kami mulai memproduksi sendiri.

Bermodal menjual sepeda motor, Kami buat DP motor dan Mobil Box kembali. Berawal dari sinilah kami mulai mencari tenaga karyawan, tentunya tenaga tersebut kami rekrut dari daerah setempat sesuai peraturan pemerintah. Sekaligus mengurus Legalitas Usaha seperti DOMISILI, SIUP DAN HALAL.

Berawal dengan 3 Kw singkong mentah dan 7 orang karyawan kami memproduksi keripik singkong sendiri. Kemudian bertahbah terus menjadi 6 Kw singkong dan 20 Karyawan

CARA MEMPRODUKSI KERIPIK SINGKONG ALA “DARA KEMBAR” :

Bahan pembuat keripik singkong :

  • ·         Ubi kayu
  • ·         Minyak goreng
  • ·         Bawang putih
  • ·         Kunyit
  • ·         Garam

 

ALUR PRODUKSI :

1. SINGKONG : Di Indonesia ada 160 jenis singkong Dan hanya 5 jenis singkong pilihan untuk produksi keripik Aneka Rasa. Dan berasal dari Mataram dan Praya        ( LOTENG )

2. QUALITY CONTROL : Singkong didistribusikan ke Aneka Rasa kemudian disortasi.Dimana dari Singkong tersebut pasti ada salah satu atau beberapa yang mengalami Kerusakan, pahit, dll yang tidak masuk standar bahan baku dari Perusanaan ANEKA RASA

3. PENGGUDANGAN : Setelah diadakan sortase, singkong kemudian digudangkan di tempat yang teduh,tertata rapi dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Karena bisa mengakibatkatkan singkong tersebut menjadi layu

4. PENGUPASAN : Pengupasan kulit singkong dilakukan dengan menggunakan pisau tajam agar hasil potongan sesuai dengan tehnik memotong yang telah diterapkan untuk menghasilkan potongan singkong yang baik. Maka pisau yang akan dipergunakan harus diasah terlebih dahulu agar tekstur singkong yang akan diproduksi tidak lecet, tentunya tidak banyak terbuang.

5. PENCUCIAN : Pencucian singkong dilakukan dengan memegang singkong tersebut dengan menggunakan air yang mengalir. Sehingga singkong benar-benar bersih dari kotoran tanah dan tentunya Higienis. Sesuai dengan standar dari Dinas Kesehatan dan POM.

6. PENIRISAN : Hasil cucian singkong tersebut dimasukkan kedalam tempat atau wadah yang berlubang. Supaya air dari sisa pencucian singkong bisa mengalir keluar dengan lancar dan akan menghasilkan singkong yang bersih dan kering.

7. PEMOTONGAN : Singkong hasil cucian yang telah benar-2 tiris/ kering kemudian dirajang satu persatu untuk dijadikan keripik dengan potongan selera kita. Tapi yang biasa di gunakan adalah potongan bulat atau menurut bulatnya singkong tersebut

8. PENIRISAN : Hasil dari pemotongan singkong tersebut ditata sedemikian rupa sehingga tidak banyak yang lengket /kemel. Sehingga dalam proses penggorengan tidak banyak yang lengket pula.

9. PENGGORENGAN : Penggorengan Singkong dilakukan dalam kwali besar selama kurang lebih3 menit dengan menggunakan minyak goreng berkwalitas yang berasal Kopra.

10. PEMBUMBUAN : Dalam keadaan minyak panas dan keripik siap angkat, diberikam bumbu sesuai dngan yang kita inginkan

11. PENGIRISAN : Keripik singkong yang sudah benar-benar matang didangkat kemudian ditiriskan minyaknya diatas drum penirisan. Ini dilakukan agar keripik tidak banyak mengandung minyak/basah.

12. PENDINGINAN 1 : Keripik singkong yang sudah tiris dari minyak ditampung kedalam drum stanleees supaya uap panasnya hilang/dingin.

13. PENDINGAN 2 : Keripik singkong yang sudah didinginkan 1 dituang ke meja sortir supaya benar-benar dingin dan siap dikemas.

14. SORTASE : Keripik singkong yang sudah didinginkan 1 yang dituang ke meja sortir untuk dipah pisahkan dari keripik yang belum matang dan menempel (kemel)akan digoreng kembali.

15. LABELLING : Sebelum keripik singkong dikemas, dipersiapkan terlebih dahulu plastik pembungkus yang sudah diberi label explayer. Sehingga konsumen bisa mendapat informasi tentang kadaluarsanya.

16. PEGEPACKAN : Plastik yang telah belebel explayer siap dipergunakan untuk membungkus keripik yang sudah disortir. Menjadi bungkusan 150 Gr. Dan 200 Gr.

17. PENGGUDANGAN : Tahap akhir sebelum peoduk dipasarkan disimpan dalam gudang, dan disusun rapi di atas papan / palet kayu yang berjajar agar tidak terjadi kontak langsung dengan lantai yang dapat mengakibatkan kerusakan pada produkkarena suhu lantai lembab.

18.  DISTRIBUSI : Keripik singkong yang telah digudangkan siap didistribusikan ke market-market dengan menggunakan armada motor dan Mobil.

C. Permasalahan Yang Dihadapi

Pembuatan usaha baru yang kita rintis sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal yang akan mendasari usaha kita tersebut, diantranya adalah untuk apa kita melukan kegiatan usaha yang dimaksud, apa saja hal yang kira-kira menjadi rintangan dan hal-hal yang dapat meringankan usaha kita tersebut, dan bagaimana kemungkinan keuntungan yang dapat kita peroleh dengan membuka usaha tersebut.

Berdasarkan peninjauan langsung ke lapangan ( IRT DARA KEMBAR ) sesuai dengan analisis yang digunakan dalam makalah ini adalah analisis persaingan antar pengusaha, ini di karenakan banyaknya keripik singkong di lombok timur.

Seorang pengusaha harus dapat melihat dan memanfaatkan peluang yang ada sehingga usaha yang dijalankannya tidak mengalami kegagalan ditengah jalan.

Persaingan dengan perusahaan lain akan dapat diatasi dengan langkah-langkah yang terencana denan baik dan matang yang diantaranya adalah melakukan efisiensi dan peningkatan kualitas produk yang kita buat, yang dalam hal ini proses produksi keripik singkong, dilakukan dengan cepat tanpa mengabaikan rasa dan rupa dari keripik singkong tersebut.

Efisiensi dapat dilakukan dengan cara menggunakan tenaga terampil atau tenaga yang telah dilatih dalam hal pembuatan keripik singkong. Mulai dari penyiapan bahan baku hingga pengirisan yang dilanjutkan dengan penggorengan.

Dalam produksi bahan makanan sangat perlu diperhatikan cita rasa dan rupa. Cita rasa yang tinggi tanpa memperhatikan rupa, akan kurang berhasil, begitupun sebaliknya.

 

 

Packing atau pengemasan produk yang elegan dan unik akan memberi nilai jual tersendiri. Dalam keyataan, kebanyakan produk yang dikemas, hampir 40% biaya produksi adalah untuk kemasan, sedangkan sisanya adalah untuk bahan baku dan tenaga kerja.

Bermunculannya produsen jenis makanan ringan juga akan memberikan persaingan tersendiri walaupun dari segmen produksi yang berbeda, tetapi untuk segmen makanan ringan hal ini akan sangat memanaskan persaingan.

 

Bab II pemecahan masalah

 

A. Alternatif Pemecahan Masalah

Untuk dapat mencari alternative pemecahan maka dilakukan penelitian metode penlitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data dengan melakukan tekhnik Analisis SWOT yaitu analisis yang didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan ( streghts ), dan peluang ( opportunities ), namun secara bersama’an dapat meminimalkan kelemahan ( weakness ),dan ancaman ( thereats ). (Rangkuti,1997).

Cara membuat analisis SWOT melalui “tiga tahapan” yaitu : tahap pengumpulan data, dimana tidak hanya sekedar kegiatan pengumpulan data dari beberapa faktor internal       ( kelemahan dan kekuatan )tetapi juga menganalisis data tersebut agar dapat diketahui nilai bobot ratingnya dengan menggunakan matrik faktor strategi eksternal dan internal. Kemudian tahap analisis, dimana semua informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan perusahan dapat digambarkan secara jelas, bagaimana peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Dan terakhir tahap pengambilan keputusan, dimana semua data yang telah dianalisis akan menghasilkan alternatif untuk memperbaiki masalah dalam perusahaaan.

Setelah dilakukan penelitian dengan analisis SWOT maka dapat diketahui apa yang menjadi kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancamn perusahaan “IRT DARA KEMBAR”

A. Beberapa kelemahan IRT DARA KEMBAR

  • Jumlah kendaraan angkutan pribadi sedikit
  • Tidak ada hubungan kerja sama dengan investor
  • Sedikit pengalaman dalam berbisnis
  • Tidak menggunakan jasa promosi iklan visual maupun non-visual
  • Tidak memiliki kas perusahaan

B. Beberapa kekuatan yang dimiliki IRT DARA KEMBAR

  • Lokasi yang cukup strategis, berada di pinggir jalan raya besar atau jalan protokol
  • Keunggulan produk ( cita rasa, kemasan, dan kesehatan )
  • Memiliki pelanggan tetap, seperti pelanggan dari kecamatan lain ataupun pelanggan dari kabupaten lain.
  • Memiliki cabang di sumbawa
  • Bersikap jujur dan ramah terhadap pelanggan minyak goreng dan pemasok minyak goreng serta ubi kayu.

C. Beberapa peluang yang kemungkinan yang terjadi pada IRT DARA KEMBAR

  • Kemungkinan dapat menguasai pasar monopolistik
  • Kemungkinan dapat mengekspor ke luar daerah NTB
  • Kemungkinan para investor bermunculan
  • Kemungkinan memiliki banyak cabang
  • Kemungkinan memiliki banyak angkutan pribadi

D. Beberapa ancaman yang dihadapi IRT DARA KEMBAR

  • Kecenderungan masyarakat terhadap supermaket atau tempat perbelanjaan lain.
  • Munculnya usaha yang sejenis
  • Peningkatan peraturan pemerintah, yang menjadi syarat untuk mendirikan suatu usaha dan harus membuat berbagai surat, seperti : surat halal, surat ijin mendirikan industri,dan surat kesehatan (kebersihannya).
  • Adanya pemungutan ilegal
  • Daya beli konsumen menurun

 

 

 

Tabel matrik faktor strategi eksternal IRT DARA KEMBAR

Faktor strategi eksternal

Rating

bobot

Skor pembobotan (rating x bobot)

Peluang :

  • Kemungkinan dapat menguasai pasar monopolistik
  • Kemungkinan dapat mengekspor ke luar daerah NTB
  • Kemungkinan para investor bermunculan
  • Kemungkinan memiliki banyak cabang
  • Kemungkinan memiliki banyak angkutan pribadi

4

3

3

2

 

3

0.27

0.2

0.2

0.13

0.2

1.08

0.6

0.6

0.26

0.6

Jumlah

15

1.0

3.14

Ancaman :

  • Kecenderungan masyarakat terhadap supermaket atau tempat perbelanjaan lain.
  • Munculnya usaha yang sejenis
  • Peningkatan peraturan pemerintah
  • Adanya pemungutan ilegal
  • Daya beli konsumen menurun

1

3

2

3

1

0.1

0.3

0.2

0.3

0.1

0.1

0.9

0.4

0.9

0.1

Jumlah

10

1.0

2.4

 

 

CATATAN :

  1. susunlah dalam kolom 1 ( 5 sampai 10 peluang dan ancaman )
  2. beri rating masing – masing faktor dalam kolom 2 sesuai besar kecilnya pengaruh yang ada pada faktor strategi eksternal, mulai dari nila 4 (sangat besar),nilai 3 (besar), nilai 2 (kecil), nilai 1 (sangat kecil)terhadap peluang dan nilai “rating” terhadap ancaman kebalikannya.
  3. Hitung nilai bobot dalam kolom 3, dengan cara; nilai dari setiap rating dibagi dengan masing – masing jumlah rating (dengan syarat jumlah bobot tidak melebihi 1.0 )

Pada kolom 4 penghitungan skor pembobotan yaitu rating dikali bobot, kemudian masing- masing skor pembobotan dijumlahkan, sehingga memperoleh kedua jumlah skor pembobotan,kedua jumlah ini menunjukkan bagaimana suatu usaha atau perusahaan bereaksi antara faktor – faktor eksternalnya, terhadap faktor – faktor internalnya.

 Tabel matrik faktor strategi internal IRT DARA KEMBAR

Faktor – faktor strategi internal

rating

bobot

Skor pembobotan     ( rating x bobot )

Kekuatan :

  • Lokasi yang cukup strategis
  • Keunggulan produk

 

  • Memiliki pelanggan tetap

 

  • Memiliki cabang di sumbawa
  • Bersikap jujur dan ramah terhadap pelanggan.

3

4

4

2

4

0.2

0.27

0.13

0.13

0.27

0.6

1.08

0.26

0.26

1.08

Jumlah

15

1.0

3.28

Kelemahan :

  • Jumlah kendaraan angkutan pribadi sedikit
  • Tidak ada hubungan kerja sama dengan investor
  • Sedikit pengalaman dalam berbisnis
  • Tidak menggunakan jasa promosi atau iklan
  • Tidak memiliki kas perusahaan

2

2

2

1

 

1

0.25

0.25

0.25

0.125

 

0.125

0.125

0.125

0.125

0.25

 

0.25

Jumlah

8

1.0

1.75

CATATAN : sama dengan tabel matrik strategi eksternal

Dari tabel matrik eksternal dan internal IRT DARA KEMBAR Dapat dijelaskan bahwa :

  1. Jumlah dari skor pembobotan pada peluang yaitu 3.14 masih dibawah nilai dari kekuatan yaitu 3.28. sehingga dapat menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memperolah peluang, hal ini ditandai adanya keunggulan produk dan pelayanan yang baik terhadap pelanggan, sehingga dapat memperoleh peluang yang menguasai pasar monopolistik.
  2. jumlah dari skor pembobotan pada kekuatan lebih besar yaitu 3.28 dibandingkan skor pembobotan pada ancaman yaitu 2.4. Sehingga dapat menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman seperti kecenderungan masyarakat terhadap supermaket dan daya beli konsumen menurun, hal ini dapat diantisipasi dengan bekerjasama dengan superstore/supermarket untuk menjual produk dari IRT DARA KEMBAR.
  3. jumlah skor pembobotan pada kelemahan lebih rendah yaitu 1.75 dibandingkan skor pembobotan pada peluang yaitu 3.14 sehingga dapat menciptakan srategi pada peluang yang meminimalkan kelemahan, yang ditandai lemahnya IRT DARA KEMBAR yang tidak menggunakan jasa promosi/iklan dan tidak memiliki kas perusahaan. Hal ini diantisipasi dengan menggunakan sistem penjualan door to door  (rumah ke rumah) atau penggunaan iklan neon box dan membuat kas perusahaan agar IRT DARA KEMBAR mempunyai dana cadangan untuk menutupi biaya produksi di bulan/tahun berikutnya disebabkan hasil keuntungan yang menurun.
  4. jumlah dari skor pembobotan pada kelemahan yang lebih rendah yaitu 1.75 dibandingkan skor pembobotan pada ancaman, yaitu 2.4. sehingga, ancaman dapat diminimalkan karena nilai bobot kelemahan lebih rendah. Tetapi kedua faktor tersebut harus dapat dihindari, dengan menggunakan strategi yang bersifat defensif yang artinya suatu perusahaan atau usaha tersebut harus bertahan khususnya mengenai keuangan, dengan cara harus mengurangi biaya produksi, mencari pinjaman dana ( BANK ), atau menjalin kerjasama dengan investor.

 

B. Strategi pengembangan

Penjelasan hasil diatas dari tahap pengumpulan data, dapat di peroleh lagi yang lebih spesifik, dengan membuat tahap analisis, dimana memanfaatkan semua informasi kedalam model perumusan strategi.Model tersebut adalah MATRIK SWOT, sehingga beberapa kategori yang muncul yakni strategi SO, ST, WT, dan Strategi WO dapat diperoleh :

 

 

 

 

 

 

                    INTERNAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EKSTERNAL

STRENGHTS (S)

 

  • Lokasi yang cukup strategis
  • Keunggulan produk
  • Memiliki pelanggan tetap
  • Memiliki cabang di sumbawa
  • Bersikap jujur dan ramah terhadap pelanggan
WEAKNESSES(W)

 

  • Jumlah kendaraan angkutan pribadi sedikit
  • Tidak ada hubungan kerja sama dengan investor
  • Sedikit pengalaman dalam berbisnis

 

 

  • Tidak menggunakan jasa promosi atau iklan
  • perusahaan Tidak memiliki kas
OPPORTUNIES (O)

 

  • Kemungkinan dapat menguasai pasar monopolistik
  • Kemungkinan dapat mengekspor ke luar daerah NTB
  • Kemungkinan para investor bermunculan
  • Kemungkinan memiliki banyak cabang
  • Kemungkinan memiliki banyak angkutan pribadi

 

 

 

 

STRATEGI SO

  1. Mengandalkan keunggulan produk seperti selalu membuat inovasi terhadap kemasannya, kualitas rasa, dan kesehatannya serta tetap memnjaga pelayanan yang sebaik mungkin terhadap konsumen.
  2. Memperluas jaringan pasar ke luar daerah

 

STRATEGI WO

 

1. Menggunakan sistem penjualan door to door (rumah ke rumah) dan harus membuat kas perusahaan

2. Menyewa angkutan umum sebagai tarnsportasi dalam penyaluran produk IRT DARA KEMBAR

 

 TREATHS (T)

 

  • Kecenderungan masyarakat terhadap supermaket atau tempat perbelanjaan lain.
  • Munculnya usaha yang sejenis
  • Peningkatan peraturan pemerintah
  • Adanya pemungutan ilegal
  • Daya beli konsumen menurun
STRATEGI ST

 

  1. Kembangkan saluran ke superstore
  2. Merger dengan usaha yang sejenis
STRATEGI WT

1. Mengurangi biaya produksi.

  1. Mencari pinjaman dana   ( Bank ) atau menjalin hubungan kerjasama dengan investor

 

Berdarkan analisis diatas, maka langkah selanjutnya adalah dengan menentukan strategi pengembangan. Ini dilakukan agar supaya usaha usaha yang dilakukan bisa berkembang. Strategi pengembangan ini juga di sebut adalah langkah terakhir dari tahap trakhir analisis SWOT, yaitu “tahap pengambilan keputusan” yang bertujuan untuk menyusun beberapa strategi pengembangan,yaitu :

  1. Mengandalkan keunggulan produk seperti selalu membuat inovasi terhadap kemasannya, kualitas rasa, dan kesehatannya serta tetap memnjaga pelayanan yang sebaik mungkin terhadap konsumen.
  2. Memperluas jaringan pasar ke luar daerah, agar IRT DARA KEMBAR semakin dikenal dan semakin besar keuntungan dari penjualan serta branding IRT DARA KEMBAR.
    1. Kembangkan saluran ke superstore, dimana melakukan kerjasama terhadap supermarket atau toko – toko roti untuk menjual keripik singkong ( sebagai pemasok / distributor ).
    2. Merger dengan usaha sejenis, dimana mencari kekuatan baru dengan menggabungkan usaha sejenis dalam bentuk kerjasama jalur pemasarannya maupun dalam bentuk penggabungan modal.
    3. Menggunakan sistem penjualan door to door (rumah ke rumah) atau penggunaan iklan disekitar lokasi usaha ( sekitar kecamatan Pringgabaya) sebagai informasi, sehingga memudahkan konsumen lainnya mencari keripik singkong dan harus membuat kas perusahaan.
    4. Menyewa angkutan umum sebagai tarnsportasi dalam penyaluran produk IRT DARA KEMBAR.
    5. Mengurangi biaya produksi.
    6. Mencari pinjaman dana ( Bank ) atau menjalin hubungan kerjasama dengan investor.
    7. C.                Hal penting yang dapat ditarik

Setelah melakukan analisis diatas kita bisa berasumsi bahwa dalam melakukan suatu usaha atau menjalankan perusahaan kita harus menjaga kenyaman dan kenikmatan konsumen karena tanpa konsumen usaha yang kita jalankan tidak akan bisa berjalan lancar atau dengan kata lain kita akan mengalami kerugian. Dan juga kesehatan atau kebersihan produksi harus dijaga agar konsumen tidak mengalami sakit dan konsumen tidak merasa kecewa dengan hasil produksi usaha kita.

Dalam menjalankan usaha Merger menjalin kerjasama dengan perusahaan sejenis atau partner kita dan tetap menjaga hubungan baik dengan partner usaha.

Hasil produksi barang tidak hanya bagus diluar saja tetapi kwalitas juga merupakan  yang terpenting dalam proses produksi.

Untuk melakukan suatu usaha kita harus sering – sering melakukan inovasi terhadap hasil produksi tetapi dengan catata tidak mengurangi atau mengganti kwalitas barang hasil produksi usaha kita. Seperti menciptakan rasa baru keripik singkong

 

Bab iii penutup

A. kesimpulan

  • Industri Rumah tangga DARA KEMBAR sebagai produsen yang menghasilkan keripik singkong. Sistem penjualannya langsung ditempat produksi (rumah industry) dan bukan sebagai distributor atau penyalur.
  • Kekuatan yang diandalkan IRT DARA KEMBAR yaitu keunggulan produksi dan sikap jujur, ramah terhadap pelanggan.
  • Kelemahan yang dimiliki IRT DARA KEMBAR yaitu, pertama : tidak mempunyai kas perusahaan, sehingga perusahaan akan mengalami krisis keuangan (menurun) apabila perusahasaan tersebut terkena dampak perekonomian dunia yang drop atau jatuh, dan kedua tidak menggunakan jasa iklan/promosi.
  • Dengan memanfaatkan teknologi dan pengolahan yang tepat singkong dapat dijadikan berbagai variasi makanan yang layak diunggulkan sebagai peluang pembentukan industri kreatif bidang makanan sekaligus mendukung program diversifikasi pangan.
  • Bahwa untuk membuka lapangan usaha perlu diperhatikan kesiapan mental, kesesuain dengan kemampuan sendri, ketepatan waktu, kecocokan daerah, situasi, kondisi, keteredian bahan baku, sumber daya manusia, modal dan transportasi. Oleh karena itu, jiwa kewirausahaan harus kita tumbuhkan dalam diri masing – masing

B.  Saran

  • disarankan untuk membuat kas perusahaan dan menjalin hubungan kerjasama dengan pihak investor, sehingga IRT DARA KEMBAR mempunyai dana cadangan untuk menutupi biaya produksi apabila dikemudian hari terjadi gangguan ekonomi.
  • Untuk meminimalkan ancaman yang dihadapi perusahaan yaitu disarankan untuk memperluas saluran pemasarannya ke supermarket atau tempat perbelanjaan lainnya.
  • Disaranakan untuk selalu tetap menjaga kualitas produk kripik singkong dan menjaga atsmosfer selera konsumen.

C. Daftar Pustaka

  • Rangkuti, Freddy, 1997,Analisis SWOT, Tekhnik membedah kasus bisnis,, Gramedia pustaka umum, Jakarta.
  • Soemarjo Poespodarsono. 1992. Pemuliaan Ubikayu. Simposium Pemuliaan Tanaman I Komda Jatim.

5 thoughts on “makalah kewirausahaan

  1. Tentang kendala yang di hadapi yaitu adanya pesaing yang membuat krepik mungkin bisa di selesaikan dengan mendampingi para pesaing untuk bekerjasama membentuk group pengusaha kerepek,

  2. Seperti makalah yang anda buat ini, krepek ubi .jika di kelola dengan baik sudah pasti akan mendatangkan pendapatan dan yang terpenting adalah jaringan usahanya,misalnya pengusaha krepek bekerjasama dgn petani dan pekebun dalam menyediakan bahan asas ,memang keterlibatan instansi terkait perlu lebih konsisten dalam membantu para pengusaha kecil ini, seperti pengalaman di malaysia saya tidak menyangka krepek ubi di export ke singapur dan negara timur tengah,dan tidak jarang para pekerja asal indonesia (tki) bekerja mengolah ubi, mulai dari ladang ubinya, pekerja pabriknya,dll jika krepek ubi di kelola dgn baik ,kenapa harus pergi jauh jauh ke malaysia. Nah saya hanya sekedar share apa yg saya lihat di malaysia,

  3. Seperti makalah yang anda buat ini, krepek ubi .jika di kelola dengan baik sudah pasti akan mendatangkan pendapatan dan yang terpenting adalah jaringan usahanya,misalnya pengusaha krepek bekerjasama dgn petani dan pekebun dalam menyediakan bahan asas ,memang keterlibatan instansi terkait perlu lebih konsisten dalam membantu para pengusaha kecil ini, seperti pengalaman di malaysia saya tidak menyangka krepek ubi di export ke singapur dan negara timur tengah,dan tidak jarang para pekerja asal indonesia (tki) bekerja mengolah ubi, mulai dari ladang ubinya, pekerja pabriknya,dll jika krepek ubi di kelola dgn baik ,kenapa harus pergi jauh jauh ke malaysia. Nah saya hanya sekedar share apa yg saya lihat di malaysia, coba anda pakai kata kunci “pisang goreng” di google ‘mungkin ini akan bisa menggugah diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s